Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Korem 174/Anim Ti Waninggap merupakan pembagian tugas dan wewenang yang jelas untuk menjalankan fungsi-fungsi utama sebagai satuan komando kewilayahan di Papua. Korem 174/Anim Ti Waninggap berada di bawah Kodam XVII/Cenderawasih, yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Papua. Struktur organisasi ini memastikan adanya koordinasi yang efektif antara personel dan berbagai unit yang ada di Korem.

Berikut adalah struktur organisasi dari Korem 174/Anim Ti Waninggap secara garis besar:

1. Komandan Korem (Danrem) 174/Anim Ti Waninggap

  • Jabatan: Komandan Korem (Danrem) adalah pemimpin tertinggi di Korem 174/PVT yang bertanggung jawab langsung terhadap seluruh kegiatan operasional dan administrasi di wilayah Papua.

  • Tugas: Danrem bertanggung jawab untuk merencanakan, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan militer, sosial, dan pengamanan di wilayah tanggung jawabnya.

  • Pangkat: Biasanya dijabat oleh seorang Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.

2. Kepala Staf Korem (Kasrem)

  • Jabatan: Kepala Staf Korem (Kasrem) membantu Danrem dalam melaksanakan tugas-tugas administratif dan operasional di Korem.

  • Tugas: Kasrem bertugas untuk merencanakan dan mengawasi seluruh kegiatan organisasi Korem, termasuk pembinaan personel, logistik, serta koordinasi antara berbagai seksi yang ada di Korem.

  • Pangkat: Biasanya dijabat oleh seorang Kolonel (Kolonel) TNI.

3. Para Komandan Satuan (Dan/Dansat)

Di bawah Korem 174/PVT terdapat beberapa satuan yang dipimpin oleh Komandan Satuan yang bertanggung jawab atas tugas-tugas operasional di masing-masing unit. Beberapa satuan utama yang ada antara lain:

  • Komandan Distrik Militer (Dandim): Setiap Kodim di wilayah Papua dipimpin oleh seorang Dandim, yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan melaksanakan pembinaan teritorial di wilayahnya.

  • Komandan Batalyon (Dan Yon): Setiap batalyon yang ada di bawah Korem 174/PVT memiliki seorang Komandan Batalyon yang memimpin dan mengawasi operasional pasukan di lapangan.

4. Para Kepala Seksi (Kasi)

Korem 174/PVT memiliki beberapa Kepala Seksi yang bertanggung jawab atas bidang-bidang tertentu yang ada di Korem. Berikut adalah beberapa posisi Kasi yang ada:

  • Kasi Operasi (Kasi Ops): Bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi operasi-operasi militer, baik operasi tempur maupun operasi non-tempur.

  • Kasi Intelijen (Kasi Intel): Bertugas mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan informasi intelijen terkait ancaman keamanan dan potensi gangguan di wilayah Papua.

  • Kasi Teritorial (Kasi Ter): Bertugas dalam pembinaan teritorial (Binter) dan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat. Termasuk di dalamnya adalah pembinaan hubungan yang harmonis antara TNI dan masyarakat, serta pelaksanaan kegiatan sosial.

  • Kasi Personel (Kasi Pers): Bertugas untuk mengelola administrasi personel prajurit, seperti mutasi, pengangkatan, pendidikan, dan pelatihan.

  • Kasi Logistik (Kasi Log): Bertanggung jawab atas pengelolaan logistik dan kebutuhan materiil bagi pasukan Korem, termasuk distribusi perlengkapan dan peralatan.

  • Kasi Kesehatan (Kasi Kes): Mengatur dan memantau pelayanan kesehatan bagi prajurit dan masyarakat, serta memastikan kondisi kesehatan yang baik di kalangan anggota Korem.

5. Pabung (Pembinaan Umum)

  • Jabatan: Pabung memiliki tugas untuk melakukan pembinaan umum terhadap prajurit dan mendukung pelaksanaan pendidikan serta pelatihan.

  • Tugas: Pabung bertugas untuk melakukan pengelolaan administrasi internal di Korem, termasuk kegiatan yang mendukung kesejahteraan prajurit, seperti kesehatan, kesejahteraan, dan keluarga prajurit.

6. Bintara dan Tamtama

  • Bintara: Bintara merupakan prajurit yang berada di tingkat menengah dan bertanggung jawab untuk mengawasi serta memimpin satuan-satuan lebih kecil di bawahnya. Bintara juga memiliki tugas dalam melaksanakan operasi dan koordinasi antar satuan.

  • Tamtama: Tamtama adalah prajurit dengan pangkat lebih rendah yang bertugas dalam tugas-tugas operasional di lapangan, termasuk menjaga keamanan, melakukan patroli, serta melaksanakan tugas sesuai dengan instruksi dari atasan.

7. Unit Pendukung

Selain jabatan utama, Korem 174/PVT juga memiliki beberapa unit pendukung yang membantu pelaksanaan tugas-tugas operasional di lapangan:

  • Satuan Kesehatan: Bertanggung jawab atas pelayanan medis, baik untuk prajurit maupun masyarakat. Mereka juga mengelola program kesehatan seperti imunisasi, pengobatan massal, dan pelayanan medis lainnya.

  • Satuan Zeni: Bertugas untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, serta fasilitas publik yang mendukung kegiatan operasional dan kesejahteraan masyarakat.

  • Satuan Penerangan: Bertugas untuk mendukung kegiatan publikasi, penyuluhan, dan komunikasi dengan masyarakat melalui media massa dan media sosial.

  • Satuan Penerbangan: Jika tersedia, unit ini bertugas mendukung transportasi udara untuk pengangkutan logistik dan personel ke daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan transportasi darat.

Hubungan Komando dan Koordinasi

  • Korem 174/PVT berkoordinasi langsung dengan Kodam XVII/Cenderawasih, yang memiliki wewenang pengawasan terhadap seluruh kegiatan operasional dan pembinaan di wilayah Papua.

  • Korem juga bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Polri, serta lembaga-lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk mendukung program-program pembangunan dan ketertiban wilayah.

Ringkasan Struktur Organisasi Korem 174/Anim Ti Waninggap

  1. Komandan Korem (Danrem)

  2. Kepala Staf Korem (Kasrem)

  3. Komandan Satuan (Dandim dan Dan Yon)

  4. Kepala Seksi (Kasi Ops, Kasi Intel, Kasi Ter, Kasi Pers, Kasi Log, Kasi Kes)

  5. Pabung (Pembinaan Umum)

  6. Bintara dan Tamtama

  7. Unit Pendukung (Satuan Kesehatan, Satuan Zeni, Satuan Penerangan, dll)

Struktur ini memudahkan koordinasi dan memastikan bahwa setiap bagian dalam Korem 174/PVT menjalankan tugasnya dengan efisien untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menjaga keamanan, memberikan layanan sosial, dan memperkuat ketahanan wilayah Papua.